Sabtu, 18 Juli 2015

Heart Skip a Beat.

Pernah melihat sesuatu yang bikin amazed sampai jantung berhenti beberapa detik karena ‘saking’ amazed nya kita?

Buat gw, heart skips a beat yang pertama gw harus kasih buat Eiffel tower. Tau kan gimana semua orang mengelu-elukan gimana cantiknya menara di kota Paris ini…hehe. Buat gw, pergi ke Paris buat liat menara Eiffel adalah salah satu impian yang nggak nyangka bener-bener bisa terwujud. Waktu gw dan temen-temen gw jalan, terus temen gw bilang “WOW! Its Eiffel!” my heart skip a beat, literary . Menara setinggi…. Ini begitu indah menjulang menjadi jantung kota. Waktu itu gw ke atas menara karena..well. Naik ke atas sana antre sepanjang tahun dan gw nggak punya sepanjang tahun. Lol. Dan oh, semua film tentang Paris muncul di kepala .. Eiffel I’m in Love, Paris Je’taime, Taken , Rush Hour 3, Rattatouile, Midnight in Paris, bahkan! Hunchback of Notredame! Semua pemandangan dan ingatan tentang Eiffel begitu indah sampai teman gw tanya, “ lu ada megang besi menara nya?” doeennggg…

Tiga tahun setelah pertemuan gw dengan Eiffel yang pertama, masih eh. Heart skip a beat. Gw kira gw akan biasa aja, tapi ternyata, gw nggak bisa berhenti senyum dan teriak (dalam hati) “Eiffel! Je ‘taime!”  Di kali yang ke dua ini gw bersyukur karena datang dengan tour jadi bisa naek sampai tingkat 2 naik lift. Gw... akhirnya gw pegang menaranya! Gw pegang menaranya! My heart.. definitely skip a beat. A lot of beat.

Sedikit tentang Eiffel Tower: menara Eiffel ini tingginya 1,063 kaki atau sekitar 324meter. Berdiri tinggi dan megah tepat di tengah kota Paris . Dibangun untuk menyambut World’s Fair tahun 1889 sekaligus untuk merayakan Revolusi Perancis dan mengukuhkan Perancis sebagai Negara superpower, Gustave Eiffel yang memenangkan kontes untuk membuat ‘centrepiece’ dari pameran luar biasa bergengsi di dunia ini. Gustave Eiffel tidak hanya mendesign nya tapi juga mengawasi jalannya seluruh proyek, membiayai dengan dana probadi, dan juga yang secara legal bertanggung jawab kalao proyek gagal. Awalnya menara ini tidak ada fungsi lain kecuali untuk pajangan dan untuk menunjukan pada dunia kalao Perancis punya wealth, knowledge dan semangat ‘bisa’ untuk membuat sesuatu yang lebih tinggi dari apapun di dunia (saat itu).

Ternyata menara yang luar biasa cantik dan megah ini tidak memuaskan semua orang loh, karena ada satu orang penulis namanya Guy de Maupassant (1850-1893) penulis buku Boule de suif ( ball of fat) nggak suka banget sampai-sampai ia makan secara rutin di Eiffel tower sana ‘simply’ supaya dia nggak usah liat. Ckckck.. true kan kalao kita nggak bisa memuaskan semua orang.

Menara ini dibagi 3 lantai (masuknya): lantai 1 dengan ketinggian 187 kaki, lantai 2 dengan ketinggian 377 kaki dan lantai 3 di ketinggian 1,063 kaki. Untuk yang mau naik menara Eiffel ini, please take note kalau naik ke Eiffel ini penuhh sepanjang tahun. Jadi kalao mau naik harus siapin waktu untuk antre. Kali pertama gw kesana, gw dan temen-temen gw kita dikejar waktu yang super sempit untuk mengunjungi semua tempat yang kita bisa kunjungi di Paris, jadi kita memilih untuk nggak ngantre. Kali kedua karena gw ikut tur bareng keluarga, tur guide yang udah atur semuanya jadi nggak usah antre lagi. Akhirnya pada kali ke dua gw naik sampai lantai 3 itu dan bisa lihat kota Paris dari ketinggian dan Paris, Je’t aime! Gw luar biasa suka Paris! Oh iya, area Eiffel sana bahaya copet banget, jadi harus extra hati-hati.

Yang kedua adalah pantai Surfer Paradise, Gold Coast Australia. Waktu gw kesana adalah bulan desember, udaranya seharusnya panas dan hangat tapi waktu gw datang..tepat waktu bagus banget cuacanya. Nggak panas banget tapi nggak ujan, nggak dingin tapi ada angin yang buat sejuk. Gw yang pergi bareng ortu gw bener-bener nggak bisa tahan untuk buka sandal gw dan langsung lari ke pantai pasir buat Cuma: tarik napas dalam-dalam, menghirup bau laut dan bilang “Hi” ke lautan pasifik. Selama hampir 3 hari disana, gw nggak tahan pengen mampir terus ke pantai Cuma untuk ngerasain lautan yang airnya sejuk dan anginnya semilir-semilir. Adem dan tenang…. Banget. My heart skip a beat for Pacific Ocean.

Tentang Surfer Paradise: daerah ini adalah suburban Kota Gold Coast di bagian Queensland, Australia. Daerah ini selain terkenal karena pantainya yang luas dan banyak dipakai orang surfing juga terkenal karena daerahnya banyak berdiri gedung-gedung apartemen tinggi. Pantai ini rame banget terutama waktu summer dengan segala aktivitas dan karnaval pantainya. Oh iya, di daerah Surfer Paradise ada sebuah restaurant thailand namanya Chiangmai Thai yang superrrrr enak! Honestly, disanalah gw pernah makan makanan thiland terenak sejauh ini dan sebagai pecinta makanan thailand.. gw sering nyoba makanan thailand di banyak tempat. Jadi kalau dapet kesempatan kesana, harus coba makan di award winning restaurant itu. Oh tapi.. please sedia budget lebih karena makan disana lumayan mahal dan 1 jenis makanan doang nggak akan cukup, duh! Laper deh.  

Yang ketiga dan yang ini gw dapat privilege untuk dapat 2 kali kesempatan kesana: Great wall nya China! Mao Zi Dong, chairman nya China pernah bilang If you haven't been to the Great Wall, you aren't a real man," atau bahasa indo nya, manusia belum bener-bener manusia kalau belum pernah ke great wall.” Whoah! Apa kalao gitu gw jadi 2 kali manusia? Gimana dengan orang yang tinggal dekat sana? Apa mereka sekian kuadratnya manusia? Ngawur tenan. Hehe. Great wall ini dibangun mulai dari tahun 221SM, melintasi 21,196.18 kilometer, bermula dari Hushan di timur  melalui Lianoning, Hebei, Beijing, Tianjin, Shanxi, Inner Mongolia, Ningxia, Shaanxi, Gansu, dan Qinghai. How great is that! Jaman itu, mereka nggak punya peralatan secanggih sekarang dan tetap..ada! Sebetulnya Great Wall yang melewati Beijing ada beberapa section, ini adalah 4 yang terkenal dan banyak dikunjungi (terutama orang Indonesia: Badaling (八达岭),Mutianyu (慕田峪) , Juyongguan (据庸关), dan Simatai (司马台).

Sedikit perkenalan tentang 4 section tersebut; yang pertama Badaling (八达岭) . Badaling adalah yang paling terkenal baik di kalangan turis maupun penduduk local.  Pemandangannya .. breathtaking banget (semua orang bilang begitu). Badaling dibangun sekitar tahun 1505 (Dinasti Ming). Terletak secara strategis dengan 19 menara pengawas untuk melindungi Jugyonguan. Pada titik tertinggi, bagian serambi dibuat lebih besar untuk membuat api yang besar sebagai sinyal peringatan. Pada jaman dahulu, satu api dengan satu asap berarti ada 100 tentara musuh, dan dua api dengan dua asap berarti 500 tentara musuh. Tiga api dengan tiga asap berarti 1,000 tentara musuh sedang mendekat. Dengan system ini, tentara bukan hanya dapat diperingatkan, mereka bisa bersiap-siap melawan para tentara musuh.

Mutianyu (慕田峪)adalah yang kedua popular juga dengan pemandangan yang luarrr biasa indah.  Juyongguan(据庸关) sebetulnya lebih mirip dengan benteng militer daripada ‘dinding’, dulu dipakai sebagai pintu gerbang untuk masuk Beijing. Simatai (司马台) adalah yang paling cocok untuk para petualang karena memanjatnya sangat challenging. Dengan ketajaman sampai dengan 70derajat, kamu akan perlu tangan yang kosong, sepatu yang nyaman dan kamera untuk mengabadikan moment ini.

 Yang gw kunjungi adalah Great Wall Mutianyu dan di 2 musim, musim semi dan semi-musim gugur. Gw kasih tau, 2-2nya kasih gw pemandangan yang totally different. Man oh man… Jadi untuk naik ke puncak, ada dua pilihan yaitu untuk naik cable car atau dengan jalan kaki. Gw yang jarang olahraga tentu aja naik cable car. Di atas kita Cuma punya 2 pilihan.. turun balik (jalan kaki ) atau dengan lewatin semua jalur ini sampai akhirnya pintu exit dan ada jalan balik (yang beda dengan jalan naik). Kali pertama kesana, setelah dimanjakan oleh pemandangan musim semi yang luar biasa.. adem sebagainya.. bunga yang baruuu aja mulai bermekaran..  gw yang sempet kagum selama 30 menit pertama lalu lumayan capek sekitar 1 jam berikutnya dan 1 jam setelahnya..  setelah itu gw memilih jalan turun. Turun tangga. Wiiiii… tangganya banyak cuy. Untungnya sambil ngobrol sama temen-temen jadi nggak gitu terasa.

Kedua kali adalah di awal musim gugur. Pemandangan udah manjain mata dengan pohon, rumput dan gunung yang menguning. Kali kedua, sekali lagi gw pilih naik cable car. Bayangin aja.. baru naik udah kehabisan napas, gimana mau survive di atas? ( gw bener-bener seriously perlu olahraga).  Entah bagaimana.. kali kedua ini gw dan temen-temen figure kalao kita ternyata kita punya 2 pilihan untuk turun: jalan kaki atau dengan sliding di seluncuran (bayar extra). Ha! Seru abis dan malas abis.. haha.

Keempat adalah Bali. Indonesia negara kita adalah negara yang luar biasa terberkati. Kita punya banyak gunung, pantai, bermacam fauna dan flora ada di negara kita. Bali.. yang luar biasa terkenal di luar itu, adalah ‘heart skip a beat’ gw yang ke empat. Gw ke Bali untuk bener-bener nikmati travel- holiday yaitu waktu gw pergi bareng favorite people gw (temen-temen baik gw). Pantai Pandawa.. semua orang bilang itu keren tapi gw nggak tahu seberapa keren. Akhirnya waktu kesana.. gw baru sadar kalao pantai Pandawa yang rame banget dan banyak pengunjung aja bikin gw..skip a beat.

Bali seringkali di salah artikan orang luar negeri sebagai Negara. Suka-suka orang bilang “want to go to Bali.” Tapi mereka lupa kalao Bali itu bagian dari Indonesia.  Inget buku dan film Eat, Pray, Love? Elizabeth Gilbert ke sana juga sebagai bagian dari retreat pencarian jati diri.. Keindahan nya banyak menyihir orang. Termasuk gw! Sayang banget gw belum dapat banyak kesempatan kesana, kalau iya.. gw pasti banyak bisa share pengalaman disini.


Untuk yang lebih jarang main kesana dari gw, tahu nggak kalao sebenernya pantai di Bali banyak banget? Nggak Cuma Kute, Sanur , Pandawa, Jimbaran aja tapi masih ada banyak banget. Ada pantai Petitenget, Nusa Dua, Padang-padang, Dreamland, dan lain-lain. Pokoknya makin explore makin jatuh cinta J I love Indonesia!

-Itin-
Informasi dan facts dari artikel diatas berdasarkan various sources (buku dan website) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar