Just some thoughts about travelling
Di minggu ini, gw Cuma akan share sedikit
pemikiran tentang traveling. Karena kebanyakan nonton film barat, juga baca
buku terjemahan/ buku tulisan orang luar negeri – gw baru sadar kalau banyak
orang menulis buku (yang nanti nya dijadikan film) melalui satu perjalanan
dulu. Selama perjalanan yang biasanya untuk mencari jati diri mereka, mereka
akhirnya bisa menulis tulisan yang luar biasa ‘moving’ dan inspiring.
Sebut saja “Eat, Pray, Love” nya Elizabeth
Gilbert. Buku ini berisi perjalanannya mencari kenikmatan makanan di Italy,
berdoa di India dan mencari cinta dan keseimbangan di Indonesia. Btw, gw beli
buku ini tahun 2009 waktu heboh-hebohnya orang-orang baca tapi jujur.. gw baru
baca serius minggu ini. Suka banget bukunya, super inspiring. Tapi jujur..
filmnya terlalu film. Kalao baca bukunya kesannya lebih dalam dan lebih ngerti
kenapa hal begini dan begitu.
Lalu, ada “Wild” nya Cheryl Strayed yang di film diperankan oleh Reese
Witherspoon. “Into the Wild” oleh Christopher McCandless yang di film diperankan
Emile Hirsch (tahun 2007). “Between a Rock and a hard place” yang jadi film 127
hours (James Franco), dan pastinya ada banyak lagi film. I don’t think i have
watched that many movies (LOL).
Intinya dari film-film yang di atas gw sebutin,
banyak orang yang mencari jati diri dengan berpergian sendiri. Sebagai orang
asia dan orang Indonesia, gw jarang tahu orang yang berpergian sendiri dan
benar-benar sendiri untuk liburan. Kebanyakan orang.. yaah sendiri sih waktu
berangkat, tapi nanti di tempat tujuan akan bertemu orang lain. Atau.. memang
sengaja pergi bareng keluarga, teman, pasangan. Yang pasti berpergian untuk
keperluan bisnis nggak dihitung yaa.. pulang kampung juga nggak dihitung loh.
Mungkin di Indonesia atau Asia.. berpergian
sendiri yang benar-benar sendiri masih agak asing kali ya? Don’t you think?
Rasanya kalau ketemu orang yang habis pergi traveling, lalu ditanya “ sama
siapa?” dan jawabnya “ sendiri”, kita suka agak mengernyit karena ekspektasi
kita adalah “oh sama ortu.” Atau “sama temen..tuh”. Jadi begitu bilang,
‘sendiri’ dalam hati bisa-bisa bilang, “mana rame..”
Honestly, mungkin karena kebanyakan nonton dan
baca di atas, i dont think traveling alone is a weird idea. Apalagi selama kita
masih muda dan belum berkeluarga (kalau sudah berkeluarga.. aneh juga sih
tinggalin pasangan dan anak untuk bersenang senang sendiri). Traveling sendiri
malah bagus untuk orang-orang aneh seperti gw (bookworm, artsy, kinda crazy .
LOL) .
Traveling alone gw adalah tahun 2009 yang lalu.
Somehow gw jadi pergi ke Singapura sendiri, tanpa planning pergi ke mana mana.
Jadi selama kurang lebih 4 hari, gw jalan dan muter-muter ngubek-ngubek kota
singa ini. Orchard- Bugis- City Hall – East Coast and more: ngapain? Liatin toko buku, toko
mainan, toko komik. Nyobain cemilan ini itu. Belanja? Nggak sih.. demen aja
liatin buku dan mainan. Dengan traveling alone ini gw baru tahu kalau ke Public
Library di Singapura kita nggak perlu register ribet-ribet untuk enjoy atau
bahkan peek ke koleksi buku mereka yang buanyakkkk! Gw juga nemuin satu gedung yang isi nya 3
lantai jual buku bekas. Whoaaah... belanja? Nggak.. happy aja. Nemu toko-toko
art supply yang bikin betahhhh di dalamnya.
Satu kali gw mampir di east coast yang pantai aja
sih. Jadinya gw sewa sepeda dan keliling di sana naik sepeda sampai capek.
Waktu itu belum jaman GPS, google maps dan teman-temannya. Jadi gw cuma asal
berhenti untuk memenuhi rasa penasaran gw ‘ada apa sih’. Gw juga nemuin satu
taman bermain yang udah agak tua dan sepi. Tiketnya murah banget dan jadinya gw
masuk. Aneh juga sih main ke taman bermain sendirian tapi gw tetap main satu
permainan; Balap mobil! Waktu itu gw naik perahu dari Singapore Flyer- lalu ke
Merlion dan berhenti di Clark Quay. Naik bianglala Singapore Flyer mengagumkan tapi
karena gw agak takut ketinggian lumayan ngeri juga.. dan jalan.. banyak jalan.. waktu jalan dekat
area marina. Gw tahu tempat itu sedang dibangun tapi gw nggak tahu kalau satu
tahun berikutnya akan berdiri gedung super luar biasa mewah Marina Bay Sands
dan nantinya ada Gardens by the bay. Btw, honestly... semua perjalanan ini
tanpa research dulu (was so silly) yaah mungkin kalau ada research bisa lebih
organize dan bisa jalan ke lebih banyak tempat. Tapi.. who cares? Yang nikmatin
gw doang. Beda dengan kalau jadi bawa teman/ keluarga jalan.
Sure, Christopher McCandless pernah bilang “
Happiness only real when shared” tapi untuk sesaat aja kita Cuma perlu sendiri
untuk dapat ide , pencerahan dan bahkan diri kita sendiri. Honestly, traveling
sendiri di 2009 itu bikin gw lebih kenal diri gw sendiri, kenal sisi baiknya of
course. Ada yang perlu diinget tentang travelling sendirian: Please kasih tau
keluarga/ teman/ siapapun kamu pergi kemana. Inget film 127 hours? Aaron
Ralston telat diketemuin karena dia nggak kasih tau siapapun dia pergi kemana.Please, kasih tau at least 1 orang. Walaupun orang yang jauh.
Ide pergi keliling sendiri ini buat gw adalah
Santorini.. Cuma diem di salah satu gedung warna putih, nulis/ gambar seharian
dengan udara sepoy sepoy dan aroma laut Aegan.. tapi sesudahnya masih mau makan
nasi goreng atau baso tahu Ha! Selain Santorini, keliling China juga rasanya
keren. Gw selalu kagum dengan China yang kaya akan sejarah. Keliling China
untuk pegang gedung/ jalan di tanah yang peradabannya udah ribuan tahun
lamanya, menurut gw keren. Yang ini, kalau sudah kesampaian pasti akan di share
lagi deh di blog. Atau... the wildest one adalah.. NEW YORK. Gw yang terlalu banyak nonton tv series kayak
Sex and the City, Friends (bahkan) dan ratusan movies.. jatuh cinta sama New
York. Yea.. beberapa orang bilang New
York nggak serapi itu, nggak sekeren itu.. tapi tetep! Broadway, Manhattan, Time
Square, dan masih banyak lagi!
Pantai.. ide tentang pantai banyak kasih gw
tentang relaxing vacation yang Cuma diam, “gw dan laptop”, “gw dan kertas”,
atau “ gw dan buku”. Bayangin diri
sendiri vila (atau hotel) di sofa yang nyaman, dengan jendela terbuka yang
membuat udara semilir semilir masuk adem... aah...
Intinya, buat gw travelling sendiri sekali sekali
bisa bikin pikiran terbuka, kita bisa kenal diri kita sendiri . Bisa pilih
itinerary dan tujuan yang kita suka. Berlama-lama di tempat yang kita pengen
enjoy , atau kayak gw.. spend 2 hours di bookstore Cuma untuk liat-liat buku.
Haha!
Hmmm jangan-jangan dengan tulis bagian ini kamu
akan pikir gw penyendiri? HAHA! No!
People First tetap.. gw percaya.. kemanapun,
kapanpun, gimanapun perfectnya “getaway sendiri”, lebih indah adalah pergi ke
tempat yang biasa saja dengan orang yang luar biasa berarti buat kita. Pernah
ke Kawah Putih yang terletak di Ciwidey, Bandung? Gw pernah.. 5 kali. Suka
tempat itu? Keren sih.. tapi bukan karena tempatnya yang bikin gw mau kesana
sampai 5 kali. Jujur.. kesana itu capek dan makan waktu di jalan. Tapi 5 kali
ini dengan 4 group teman-teman baik yang berbeda yang bikin gw tetep mau pergi
kesana, yang bikin setiap perjalanan jadi perjalanan yang indah dan
menyenangkan. Bayangin pergi kesana sendiri? Nggak deh..
So, there are times we need to enjoy ourselves,
found,challenge,be ourselves. But there are times when we should enjoy and
spend with those loved ones. Be it your best friend (s), family members,
parents, siblings, grandparents, spouse even because time is too short to enjoy
all only by yourselves anyway.
In short, what do you think about travelling alone? To foreign place?
-Itin-